Breaking News
Loading...
Saturday, 13 February 2016

Mau belajar SBMPTN lebih awal, sebaiknya mulai dari mana?

2/13/2016
Chairiel.id - Zenius.net - Meskipun sekarang ini kita masih memasuki awal-awal bulan dari tahun ajaran baru, tapi kalo gua perhatikan traffic yang akses zenius.net, ternyata gak sedikit juga siswa kelas 12 SMA/SMK maupun alumni SMA/SMK yang udah bertekad dari jauh-jauh hari untuk mulai persiapan belajar menghadapi sbmptn 2016! Mungkin kesannya rada lebay kali ya, ujian SBMPTN-nya aja masih bulan Juni tahun depan, masa belajarnya udah mulai dari bulan September sekarang?
Untuk bisa dibilang lebay atau nggak, sebetulnya relatif juga yah. Kalo kita berkaca pada tingkat persaingan SBMPTN setiap tahunnya (15% - 18%), emang bisa disimpulkan persiapan belajar untuk SBMPTN itu gak bisa sembarangan. Jadi gua maklum banget kalo cukup banyak di antara murid zenius, yang udah bertekad belajar SBMPTN dari bulan-bulan sekarang.. dan emang jujur aja nih ya, selama gua jadi pemerhati pendidikan 3 tahun belakangan ini, bisa dibilang salah satu kesalahan umum siswa kelas 12 itu adalah : kelamaan nunda belajar untuk SBMPTN karena terlalu berharap pada jalur seleksi SNMPTN. Buat lo yang mungkin punya harapan besar untuk bisa masuk PTN melalui jalur SNMPTN, mungkin ada baiknya melihat data persentase penerimaan SNMPTN skala nasional ini:
TahunJumlah Peserta SNMPTNPeserta Yang LolosPersentase Penerimaan SNMPTN
2015852.093137.00516,07%
2014777.536125.40616,13%
2013765.531133.60417.45%
Yah intinya, tingkat persaingan di jalur SNMPTN itu sangat ketat, untuk tahun depan (2016) kemungkinan besar persentase penerimaannya juga gak beda jauh, sekitar 16-17%. Di sini, gua bukan bermaksud ngelarang lo ikut seleksi SNMPTN ya... tentu lo berhak daftar dan ikut jalur seleksi SNMPTN, dan emang gak ada salahnya juga untuk dicoba. Tapi saran dari gue, sebaiknya lo mengasumsikan bahwa keterima di SNMPTN itu adalah bonus aja. Kenapa? karena pada dasarnya kecuali lo sekarang adalah siswa kelas 10 semester 1-2, udah gak terlalu banyak yang bisa lo lakukan untuk mengubah hasil seleksi SNMPTN (selain dengan cara taktis milih jurusan). Sebaliknya untuk jalur SBMPTN, lo masih punya cukup banyak waktu mempersiapkan diri untuk belajar SBMPTN 2016.
"Okay tapi masalahnya, kalo mau mulai belajar untuk SBMPTN harus mulai dari mana nih? Sementara gua sendiri aja masih bimbang mau masuk jurusan mana. Belum lagi, gua gak tau seberapa banyak bahan SBMPTN yang harus dipelajari."
Nah, justru di artikel ini gua mau menjawab semua pertanyaan lo itu. Singkatnya, ujian SBMPTN itu dibagi menjadi 3 materi ujian, yaitu TKPATKD Saintek dan TKD Soshum. Bagi lo yang nantinya mau daftar jurusan bercorak IPA, seperti teknik, mipa, kedokteran, dsb berarti lo harus mengambil ujian TKD Saintek dan TKPA. Sementara bagi lo yang mau daftar jurusan kuliah bercorak IPS, seperti hukum, ekonomi, ilmu politik, dsb berarti lo nantinya mengambil ujian TKPA dan TKD Soshum. Kira-kira gambarannya seperti ini:
pembagian ujian sbmptn
Untuk lebih detailnya, lo bisa ngeliat pembagian rundown ujian pas hari-H SBMPTN 2015. Dalam artikel ini, gua asumsikan peraturan pemerintah masih sama dengan tahun lalu (terkait rundown ujian SBMPTN) yang diselenggarakan hanya pada 1 hari.

rundown H SBMPTN
Kalo lo perhatiin rundown di atas, gak heran yah kenapa ujian TKPA ditaro di tengah diapit oleh Saintek dan Soshum. Jelas alesannya supaya yang ambil jurusan kuliah IPA, bisa ujian Saintek dulu pagi-pagi, baru lanjut TKPA siangnya. Sementara yang ambil jurusan IPS, bisa bersama-sama ujian TKPA siang, terus lanjut Soshum sore harinya.
Okay, berdasarkan pembagian 3 kategori ujian beserta dengan sub-materi yang perlu dipelajari, mungkin lo bingung harus mulai dari mana belajarnya. Dalam kesempatan ini, gua pribadi berpendapat... bagi lo yang mau mencuri start belajar duluan untuk persiapan SBMPTN dibandingkan para pesaing yang lain, gua sarankan untuk fokus memantapkan materi TKPA dulu aja sebelum lo mulai nyentuh materi Saintek atau Soshum. Kenapa lebih baik fokus ke materi TKPA dulu aja? Ada beberapa alasan yang menurut gua penting, di antaranya adalah:
jadwal sbmptn2

1. Mau gak mau, (hampir) pasti lo akan menghadapi materi TKPA.

Terlepas lo akan ambil SBMPTN Saintek, Soshum, atau IPC lo pasti akan menghadapi ujian TKPA. Bahkan beberapa Ujian Mandiri PTN maupun PTS, juga memberikan ujian materi TKPA. Jadi bisa dibilang, you have nothing to lose kalo mau mulai memantapkan materi TKPA untuk mencuri start belajar dari pesaing lo yang lain.

2. Buat yg masih bimbang ambil Saintek/Soshum. Belajar TKPA dulu adalah jalan paling aman.

Bagi sebagian orang, emang perlu sedikit waktu untuk merenungkan arah masa depannya mau ambil jurusan apa. Emang wajar banget kalo di bulan-bulan awal tahun ajaran begini, lo masih dalam proses merenungkan mau masuk jurusan mana. Bisa jadi lo sekarang minat di bidang kedokteran, eh taunya nanti Januari tiba-tiba tertarik masuk ekonomi. Ada juga mungkin yang sekarang kepikiran buat lintas jurusan dari IPA ke IPS (atau sebaliknya), eh taunya pas bulan Februari gak jadi mau lintas jurusan. Nah, supaya waktu dan energi lo gak terbuang percuma, gua pribadi menyarankan mending main aman dengan, dengan mencurahkan waktu dan energi lo untuk mantepin materi TKPA aja dulu. Kan berabe juga kalo misalnya lo udah keasikan belajar materi Saintek berbulan-bulan, eh taunya di tengah jalan kepincut pengen masuk jurusan IPS.

3. Materi TKPA itu relatif bisa jadi 'lumbung nilai', tapi malah sering diremehin! (terutama sama pesaing lo)

Seriously, banyak peserta SBMPTN yang ngeremehin materi TKPA alias belajarnya cuma setengah-setengah (bahkan ada juga yang gak belajar sama sekali), terus akhirnya nyesel karena point mereka justru ancur berantakan di materi yang harusnya bisa jadi 'lumbung nilai'. Kalo gua boleh berpendapat, sebetulnya materi TKPA ini gampang-gampang-susah. Maksudnya gimana?
Kalo dari jumlah materi dan tingkat kesulitannya, menurut gua materi TKPA ini relatif lebih mudah dan bahan materinya lebih sedikit daripada TKD Saintek maupun TKD Soshum. Masalahnya, banyak peserta SBMPTN yang ngeremehin TKPA & jarang latihan soal/try out. Akibatnya waktu ujian hari-H : banyak kena jebakan soal, gak teliti baca soal, gak taktis waktu jawab soal, kelamaan ngulik soal tanpa nyadar kalo waktu yang dikasih dikit banget, banyak soal yang gampang tapi gak kesentuh karena udah waktunya keburu udah selesai, dsb.
****
Okay, intinya sih jangan sampai lo kepeleset di materi yang harusnya bisa jadi kesempatan bagus buat lo untuk mendulang point sebanyak-banyak. Nah, sekarang gua mau bahas ujian TKPA ini secara umum, baru nanti gua bahas lebih detail.

Gambaran Umum Ujian TKPA

Ujian TKPA secara umum terbagi menjadi 3 mata pelajaran utama yaitu TPA (45 soal), Matematika Dasar (15 soal), Bahasa Indonesia (15 soal), dan Bahasa Inggris (15 soal). Berarti total soal materi TKPA adalah 90 nomor dengan durasi waktu ujian 105 menit. Biar lebih kebayang, lo bisa lihat illustrasi di bawah ini:
TKPA rundown

Perlu dicamkan baik-baik bahwa tes TKPA ini (menurut gua sih) memang didesain supaya (hampir) mustahil semua nomor bisa diselesaikan dengan waktu yang disediakan. Coba pikirin aja, dengan total jumlah 90 nomor dan waktu yang tersedia 105 menit. Berarti kalo dipukul rata, setiap nomor (seolah-olah) bisa dikerjakan 1 menit 10 detik. Padahal kalo dipikir baik-baik tipe soal logika analitik, bahasa indonesia, dan bahasa inggris itu memerlukan waktu yang relatif lama untuk dijawab karena lo dituntut untuk membaca bahan teks yang panjang dulu sebelum menjawab soal.
Jadi yang mau gua tekankan di sini adalah: jangan terlalu lama berkutat sama soal-soal tertentu. Ingat bahwa target utama lo dalam ujian TKPA adalah mendulang point sebanyak-banyaknya, jangan sampai soal-soal yang sebetulnya mudah dikerjakan, malah jadi terlewat/gak sempet dikerjain hanya karena waktunya udah keburu habis.
Di sisi lain, lo juga harus mikirin porsi pengerjaan antara soal TPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris supaya sebisa mungkin seimbang. Kesalahan umum yang sering banget kejadian adalah: Lo keasikan berlama-lama ngulik soal TPA & matdas, terus waktu mau mulai ngerjain soal Bahasa Indonesia, gak sadar kalo siswa waktunya tinggal 15 menit lagi! Akhirnya lo panik terus ngerjain soal Bahasa Indonesia dan Inggrisnya terburu-buru, gak teliti, banyak kejebak, bahkan ada aja siswa yang sampai gak sempet nyentuh soal Bahasa Inggrisnya sama sekali.
Nah, saran dari gua, lo bikin porsi waktu pengerjakan masing-masing soal supaya seimbang, misalnya:
  • Porsi waktu mengerjakan soal TPA (45 soal) = 40 menit
  • Porsi waktu mengerjakan soal Matdas (15 soal) = 20 menit
  • Porsi waktu mengerjakan soal Bhs Indonesia (15 soal) = 15 menit
  • Porsi waktu mengerjakan soal Bhs Inggris (15 soal) = 15 menit
  • Porsi waktu mengulang soal yang terlewat atau gak yakin jawabannya bener = 15 menit
Jadi waktu ngerjain soal TPA, biasakan kerjakan itu dengan cepat. Fokus sama soal yang lo pasti bisa dulu. Kalo ada yang kira-kira sulit, langsung lewatin aja dulu, jangan buang-buang waktu. Biasakan lo membuat porsi waktu pengerjaan, jangan berkutat sama satu soal terlalu lama. Pastikan pada menit ke-40, seenggaknya lo udah 'menyentuh' semua soal TPA, terlepas ada beberapa nomor yang kelewat itu wajar. Segera masuk ke 15 soal matdas, kerjakan tipe soal yang paling lo kuasai, mudah, dan cepat. Kalo ada soal yang kira-kira makan waktu lama atau sulit, lewatin aja dulu sambil diberi tanda. Untuk materi Bahasa Indonesia, gunakan strategi yang sama, kerjakan dengan cepat, lewati soal yang kurang yakin, pastikan 15 nomor bisa 'tersentuh' dalam waktu 15 menit. Begitu juga dengan soal Bahasa Inggris, biasakan kerjakan dengan cepat, efektif, dan melakukan pembagian waktu yang strategis.
Dengan waktu yang tersisa (misalnya 15 menit), lo bisa gunain waktu itu untuk ngecek lagi soal-soal yang tadi dilewat, ngecek apakah kode soal udah bener, nomor peserta ujian udah bener, dsb. Mungkin emang gak seluruh soal bisa sempet lo jawab karena waktunya emang sengaja dibuat supaya mepet banget. Tapi senggaknya lo bisa mengalokasikan seluruh kemampuan lo secara merata dan efektif pada semua soal yang pasti bisa lo kerjain. Coba lo biasakan untuk disiplin membagi porsi waktu pengerjaan dari sejak try out sbmptn sekarang-sekarang, jadinya nanti pas hari-H SBMPTN, lo udah terbiasa disiplin memanfaatkan waktu secara optimal. Lebih detail tentang strategi belajar masing-masing materi TKPA, gua bahas di bawah ini:

TPA - Tes Potensi Akademik (45 soal)

tpaTPA atau Tes Potensi Akademik biasanya sering dikait-kaitkan dengan semacam tes IQ yang materinya gak perlu dipelajari. Anggapan itu salah banget yah guys. Materi TPA itu memang secara teori gunanya untuk mengukur kemampuan logika, pemahaman komunikasi lo, daya analisa, dsb... yang pada intinya, tes TPA itu menjadi standard tertentu bagi universitas untuk menyaring para calon mahasiswanya. Tentu sebagai pihak universitas, mereka pengennya dapet para calon mahasiswa yang bisa berpikiran logis, daya analisa tinggi, kemampuan memahami bahasa komunikasi dengan baik, dsb.
Nah, komponen soal TPA itu sendiri ada macem-macem, dan setiap buku panduan biasanya punya istilahnya sendiri-sendiri. Kalo untuk versi zenius, gua sempet nanya ke Wilona (tutor TPA zenius), dia pribadi membagi komponen soal TPA jadi lumayan detail dan komprehensif, yaitu 7 komponen berikut:
  1. Verbal
  2. Logika Proposisi
  3. Logika Analitik
  4. Pola Barisan
  5. Aritmetika
  6. Diagram Venn
  7. Pola Gambar
Nah, cuma masalahnya dari 8 komponen soal ini, bisa jadi gak seluruhnya keluar dalam 60 nomor soal TPA. Kadang-kadang pada SBMPTN tahun tertentu, porsinya lebih banyak di logika analitik, pada tahun yang lain malah lebih banyak soal verbal yang keluar, kadang yang dominan pola gambar, dst.. Terus gimana dong? Yah, solusinya ya pelajari aja semua komponen soalnya dengan sebaik-baiknya!
Sumber: https://www.zenius.net/blog/9096/belajar-sbmptn-tkpa-tpa-bahasa-indonesia-inggris

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer