Sudah sepekan ini, nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dollar
Amerika Serikat (AS). Pada Jumat, rupiah langsung melompat
pada awal perdagangan di pasar spot hingga ke kisaran level 13.400.
Bahkan berdasarkan data Bloomberg, pukul 11.30 WIB tadi, mata uang garuda sempat bercokol di posisi 13.289.
Bank
Indonesia (BI) menyatakan, penguatan rupiah itu, khususnya yang terjadi
pada hari ini, bukan hanya disebabkan faktor eksternal. Ada pula andil
perbaikan fundamental di dalam negeri.
Menurut dia, faktor domestik yang
memengaruhi penguatan rupiah adalah keyakinan investor yang sudah tampak
terhadap kondisi perekonomian saat ini. Terlebih lagi, pemerintah, kata
dia, telah melakukan reformasi struktural yang serius.
"Insya
Allah ada paket (kebijakan) keempat, insya Allah untuk debirokratisasi
dalam rangka mendukung investasi masuk. Devisa masuk mendorong
terciptanya empowerment pemerintah sehingga mendorong sektor riil," kata dia.
Meski
begitu, BI juga tak menampik adanya pengaruh dari risalah Bank Sentral
AS, The Fed, bahwa data perekonomian AS melemah sehingga kenaikan suku
bunga tak akan terjadi pada tahun ini.
Dibandingkan mata uang
negara lain, penguatan rupiah hari ini, kata Mirza, cukup baik. Sampai
sebelum shalat Jumat tadi, rupiah menguat 4,4 persen, ringgit Malaysia
3,4 persen, won Korea 1,2 persen, Taiwan 1,1 persen, dan baht Thailand
menguat 0,4 persen
Friday, 9 October 2015
Newer Post
Previous
This is the last post.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment